Komodo bisa dikatakan adalah ikon dari Pulau Komodo. Hal ini bisa dilihat dari nama pulau ini yang diabadikan dengan istilah nama hewan legendaris ini. Di pulau ini terdapat hewan yang sudah berumur lama namun masih belum punah. Selain keberadaan hewan ini, pulau wisata di Nusa Tenggara Timur ini juga dikenal karena panorama alamnya yang indah.

Nusa Tenggara Timur saat ini sedang gencar dipromosikan menjadi spot wisata premium. Meskipun belum resmi, namun tempat-tempat wisata di provinsi ini sudah beberapa kali dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Nah, salah satu yang menjadi daya tarik adalah keberadaan hewan yang telah langka dan belum punah meskipun sudah hidup jutaan tahun ini.

Sebenarnya bagaimana sih sejarah Komodo? Menariknya Indonesia-lah satu-satunya lokasi untuk bisa menemui hewan ini pada habitat aslinya untuk saat ini. Meskipun terdapat juga beberapa yang ditempatkan di kebun binatang. Simak beberapa informasi menarik terkait hewan legendaris ini.

Sejarah penemuan

Nama “Komodo Dragon” pertama kali disebut oleh William Douglas Burden untuk menyebut hewan ini. Yang pertama kali mendokumentasikan keberadaan hewan ini adalah orang Eropa sejak 1910. Mulai saat ini penelitian tentang hewan legendaris ini terus dilanjutkan hingga menemukan berbagai fakta lainnya.

Berkunjung di pulau Komodo, Open Trip Pulau Komodo 2019
Berkunjung di pulau Komodo

Orang Indonesia sendiri memiliki sudut pandang yang berbeda. Tradisi Indonesia yang sering menceritakan sejarah melalui cerita rakyat, juga membahas bagaimana asal usul hewan ini berdasarkan cerita rakyat setempat.

Diceritakan bahwa seorang putri yang disebut sebagai Putri Naga, menikah bersama seorang pemuda yang bernama Moja. Kemudian Putri Naga melahirkan 2 orang bayi kembar laki-laki yang diberi nama Gerong dan Orah. Namun, Orah merupakan anak yang menyerupai seekor kadal.

Kemudian Gerong tumbuh besar menjadi seorang laki-laki yang gagah dan tangkas. Suatu ketika Gerong berburu ke hutan dan bertemu dengan kadal raksasa. Gerong hendak membunuh kadal ini dengan menggunakan tombak.

Saat akan membunuhnya setelah menghunuskan tombak, sang Ibu, Putri Naga kemudian mencegah Gerong untuk membunuh kadal raksasan ini. Putri Naga memberitahukan bahwa kadal raksasa tersebut merupakan komodo yang bernama Orah, adik kembarnya Gerong.

Meskipun hanya cerita rakyat, tidak sebagaimana penemuan ilmiah, namun hal ini memberikan dampak pada kebiasaan warga sekitar yang menyayangi hewan ini. Ini juga yang saat ini menjadi salah satu sebab hewan legendaris ini masih lestari meskipun sudah terindikasi akan punah.

Penelitian untuk mencari tahu asal usul bahkan mengenal lebih jauh hewan ini terus dilakukan. Pada saat perang dunia kedua sempat terhenti namun kemudian dilanjutkan kembali hingga ke masa-masa sekarang. Saat ini diketahui bahwa Komodo adalah hewan yang sudah berumur jutaan tahun.

Komodo, sumber ig traveler_ntt
Komodo, sumber ig @traveler_ntt

Cara hidup

Hewan yang sejenis kadal ini biasa hidup di padang rumput yang luas (savana), hutan dan pesisir pantai. Mereka beraktivitas namun berteduh saat siang hari apabila terdapat terik sinar matahari. Kebiasaannya mereka menggali lubang untuk tempat menjaga suhu tubuh agar tetap hangat pada malam hari dan berteduh saat siang hari di lubang tersebut.

Di Indonesia, hewan legendaris ini terdapat di Nusa Tenggara Timur. Lokasinya tersebar ke beberapa titik sebagaimana yang sudah diketahui ada di Pulau Komodo. Selain itu, terdapat juga di Pulau Rinca, Gili Motang, Gili Dasami dan pesisir barat Pulau Flores. Selebihnya mungkin terdapat di berbagai kebun binatang di beberapa negara.

Untuk makanannya, mereka adalah hewan karnivora atau pemakan sesama hewan. Dengan lidahnya, hewan ini mencium bau mangsanya kemudian mengendap-ngendap untuk mengejar. Saat mangsanya lengah, kemudian hewan ini melakukan serang dengan tiba-tiba ke bagian vital seperti leher yang menewaskan mangsa secara seketika.

Dengan sistem metabolisme tubuhnya, biasanya hewan ini hanya makan 12 kali dalam setahun. Jadi, mereka menelan daging mangsanya saat masih berbentuk besar dan menekannya hingga masuk kedalam tubuhnya. Hewan ini bahkan mampu menelan bobot mangsa hingga 80% ukuran tubuhnya sendiri.

Hewan Komodo, sumber ig photography_by_leighton
Hewan Komodo, sumber ig @photography_by_leighton

Pada tahun 2005, peneliti dari Universitas Melbourne mendapati bahwa pada hewan jenis ini terdapat bisa berupa bakteri pada mulutnya. Saat hewan ini menggigit, maka siapapun yang terkena akan mengalami reaksi bengkak secara cepat dalam beberapa menit, gangguan pembekuan darah, rasa sakit hingga ke siku, disertai dengan beberapa gejala yang bertahan hingga beberapa jam kemudian.

Untuk reproduksinya, mereka memiliki cara yang unik. Musim kawin biasanya berlangsung antara bulan Mei hingga Agustus. Para pejantan akan berkelahi untuk memperbutkan betina dan area kekuasaanya. Hewan ini dapat berdiri menggunakan dua kaki belakang dan menyerang menggunakan dua kaki depannya.

Sedangkan betina memiliki sifat antagonis dan menyerang jantan saat sedang kawin. Sehingga si jantan harus berusaha menghalangi si betina untuk melukainya. Saat bertelur, si betina menempatkannya pada sarang, yaitu lubang, dan pada lubang ini bisa dimasukkan hingga 20 telur.

Telur-telur ini kemudian dierami hingga 7-8 bulan. Saat menetas, anak Komodo sangat rentan dimangsa kanibal dewasa sehingga di masa-masa awal mereka lebih sering menghabiskan waktu di atas pohon. Hewan ini dapat hidup hingga 50 tahun. Masa kecil hingga dewasa biasanya dihabiskan selama 5 tahun.

Taman Nasional Komodo

Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo dapat sekaligus melihat hewan ini pada habitatnya secara langsung di Pulau Komodo. Tentu saja bersama pemandu yang akan menjelaskan berbagai informasi termasuk hal-hal yang membahayakan baik hewan maupun para pengunjung. Sehingga para wisatawan tetap bisa menikmati kunjungan dan membantu menjaga hewan ini secara bersamaan.

Itu dia ulasan terkait berbagai informasi tentang hewan legendaris Komodo. Semoga bisa menambah wawasan kita.

WhatsApp chat