Select Page

Berlibur ke Nusa Tenggara Timur merupakan impian semua orang hingga mampu menarik perhatian turis mancanegara karena pesona alam dan sejuta keanekaragaman hayati yang ditawarkan salah satu propinsi paling eksotis di Indonesia Timur ini mulai dari Manta Point dimana anda dapat berinteraksi dengan ikan pari Manta hingga gunung Mbeliling dan hutan lindung di sekitarnya yang tidak boleh dilewatkan.

Tidak lupa, Manggarai Barat juga merupakan wilayah yang menyuguhkan deretan wisata eksotis salah satunya yaitu Liang Bua yang merupakan goa bersejarah bagi dunia arkeologi dengan penemuan besar di tahun 2001 yaitu adanya bukti-bukti keberadaan manusia pertama, Homo Floresiensis, setelah penggalian sejak tahun 1930an dengan temuan fosil homo sapiens dimana fosil dibawa ke Belanda saat itu.

Rute Menuju Lokasi

Untuk sampai di danau vulkanik terbesar ini, pengunjung akan menemui sejumlah jalur terjal. Lokasi detail wisata ini terletak di Kabupaten Manggarai tepatnya di kawasan hutan lindung Mbeliling di Labuan Bajo. Apabila anda berangkat menggunakan pesawat, dapat turun di bandara terdekat atau disarankan turun di Denpasar (sekaligus mampir ke Pantai Sanur dan Kuta).

Goa Liang Bua, sumber ig petrus.apry

Goa Liang Bua, sumber ig @petrus.apry

Dari Bali baru kemudian naik kapal Feri jarak jauh selama kurang lebih 4 sampai 5 jam ke Nusa Tenggara Timur. Sesampai di sana, naik bis umum menuju Manggarai tepatnya di kecamatan Ruteng, Desa Liangbua, dusun Rumpasasa untuk menilik Liang Bua

Harga Tiket Masuk

Untuk menuju kawasan wisata untuk menilik Liang Bua ini anda mungkin hanya akan dikenai tariff tidak lebih dari Rp 20.000,. Namun, setidaknya diperlukan minimal Rp 1.5 juta apabila ingin berlibur ke Manggarai untuk biaya guide lokal dan transportasi.

Fasilitas dan Obyek Wisata

1. Goa bersejarah

Goa Batu Cermin, sumber ig vellynaninuneno

Goa Batu Cermin, sumber ig @vellynaninuneno

Para peneliti memulai ekspedisi penelusuran asal-usul ini sejak tahin 1930an yang dilanjut di tahun 1950an dengan dipimpin oleh arkeolog van Heekeren dan membuahkan hasil bahwa terdapat tanda-tanda keberadaan homo sapiens pertama di Indonesia yaitu homo floresiensis di antara tahun 2001 hingga 2003 dimana penelitian didapatkan dari donasi University of New England dan Puslit Arkenas.

Berbagai penelitan terus berlanjut untuk mengungkap sejarah nenek moyang masyarakat Indonesia terutama bagi warga sekitar NTT dimana hal tersebut akan membuktikan bukti kebesaran Tuhan dan sejarah awal kehidupan manusia yang menghuni tanah air 14 juta tahun yang lalu.

2. Fosil bersejarah

Ekspedisi para ilmuan berpuluh-puluh tahun nyatanya membuahkan hasil, mulai dari ditemukannya rahang bawah manusia serta bagian tubuh lain hingga perkakas yang digunakan untuk bertahan hidup manusia purba yang terbuat dari batu mulai seperti yang digunakan oleh homo erectus dan fosil-fosil hewan purba seperti tikus besar, biawak raksasa dan gajah kerdil atau stegodon.

3. Stalagmit dan stalagtit

Goa yang terbentuk secara alami dan terkikis oleh hujan selama jutaan tahun ini membentuk suatu pahatan berkarya dan alami yang menggantung di atas dari menonjol di bawah serta dari dinding yaitu stalagmite dan stalagtit. Adanya sinar matahari yang menyoroti bagian dalam goa membuat hasil bentukan alami tersebut semakin eksotis dan menarik.

Menghabiskan waktu di kawasan wisata alam dalam rangka menilik Liang Bua yang bersejarah ini merupakan pilihan paling tepat untuk dapat melihat langsung kebesaran Tuhan yang memberikan keistimewaan bagi Indonesia dengan beragam budaya, sejarah, pesona alam dan keanekaragaman hayati dalam mengungkap keberadaan dan asal-usul nenek moyang kita sebagai panutan internasional. Demikian ulasan mengenai Liang Bua. Simak juga ulasan menarik lainnya mengenai Taka Makassar Labuan Bajo. Semoga bermanfaat dan selamat berwisata!