Select Page

Pergi ke Labuan Bajo tidak akan lengkap tanpa menyusuri Goa Batu Cermin. Ketika memasuki goa, pengunjung dapat melihat sinar matahari saat siang hari masuk melalui celah-celah goa. Sinar akan dipantulkan oleh dinding-dingingnya sehingga refleksi tersebut mirip seperti sinar matahari yang memantul di cermin. Itu sebabnya, goa ini diberi nama batu cermin.

Sejarah Goa

Seorang arkeolog menemukan goa ini pada tahun 1951. Menurut sang penemu, Theodore Verhoven, goa ini tadinya berada di bawah laut yang setelah jutaan tahun terangkat ke permukaan darat. Dengan luas sekitar 19 hektar dan ketinggian bebatuannya 75 meter, dinding-dinding goa banyak mengandung garam sehingga dapat memantulkan sinar matahari.
Sejak ditemukan, goa ini mendadak ramai dikunjungi oleh para wisatawan karena penasaran apakah goa benar-benar seperti cermin yang memantulkan cahaya. Di siang hari, wisatawan lumayan ramai untuk masuk ke dalam goa yang sempit dengan kedalaman sekitar 20 meter. Pemandnagan ini dapat dinikmati sepanjang 200 meter dipandu oleh pemandu profesional.

Cara Menuju Goa

Untuk menuju ke tempat ini tidaklah sulit. Dari pusat Labuan Bajo, lokasinya hanya sekitar 4 kilometer saja. Jika ditempuh dengan berjalan kaki sambil menikmati pemadangan sekeliling, wisatawan butuh waktu sekitar 1 jam. Namun, ada penduduk lokal yang menyediakan jasa transportasi berupa motor sehingga waktu tempuh hanya memakan waktu sekitar 15 menit saja.

Setelah menemui lampu merah Wae Matta, pengunjung bisa berbelok ke arah kiri hingga menemukan kantor bupati dan kantor polisi. Setelahnya, akan ada belokan dengan papan plang bertulisan “Jalan Batu Cermin”. Susuri jalan tersebut dan tidak lama setelahnya akan tiba di lokasi goa yang menakjubkan ini.

Goa Batu Cermin, sumber ig vellynaninuneno

Goa Batu Cermin, sumber ig @vellynaninuneno

Menikmati Pemandangan di Dalam Goa

Tempat ini menjadi ramai oleh para wisatawan yang berkunjung di pagi hari, sekitar pukul 9 hingga pukul 10. Hal teersebut disebabkan para pengunjung ingin melihat bagaimana dinding goa menampilkan pantulan sinar matahari yang menakjubkan. Tapi tidak hanya pagi, di jam berapapun, goa ini tetap diminati pengunjung karena pemandangannya yang indah.

Di sekeliling batu cermin adalah lingkungan alam yang masih asli, menyejukkan dan asri. Di sekitarnya ada pemandangan hutan-hutan yang rimbun. Di dalam hutan, tidak hanya berbaga flora tapi juga pengunjung dapat melihat monyet dengan ekor panjang dan berbagai hewan liar lainnya yang bsa dijadikan objek fotografi.

Menemukan stalaktit, stalakmit dan fosil

Karena goa batu cermin adalah tempat yang pernah berada di bawah laut, maka di bagian dindingnya bisa dilihat beberapa fosil koral, kura-kura, dan penyu. Wisatawan yang berkunjung bisa mempelajari bagaimana bentuk-bentuk makhluk hidup pada zaman dahulu kala. Fosil tersebut mengandung garam laut yang merefleksikan cahaya.

Di bagian dalam goa juga ada stalaktit dan stalakmit. Karena area goa yang lumayan sempit, disertai adanya stalaktit dan stalakmit, maka ada pembatasan pengunjung yang masuk ke dalamnya. Sekali tur akan memakan waktu sekitar 30 menit dan hanya bisa diikuti oleh 10 pengunjung dan pemandu. Adanya stalaktit dan stalakmit membuat keadaan goa sangat lembab.

Goa Batu Cermin, sumber ig toarsonnymongi

Goa Batu Cermin, sumber ig @toarsonnymongi

Tiket dan tarif

Sekali berkunjung ke Goa Batu Cermin, maka wisatawan akan dikenakan biaya masuk sebesar 10 ribu rupiah dan membayar tour guide sebesar 20 ribu rupiah. Tarif tersebut berlaku jika anda adalah wisatawan mandiri yang tidak menggunakan travel tertentu. Namun, jika menggunakan travel khusus biasanya ada peralatan snorkeling, makanan saat istirahat dan juga akomodasi penginapan.

Demikian ulasan mengenai Goa Batu Cermin, semoga bisa menjadi gambaran untuk tujuan wisata anda. Info lainnya mengenai wisata Labuan Bajo, silahkan klik di sini. Selamat berwisata!