Bebas dari keramaian penduduk, polusi akibat lalu lintas kendaraan yang padat, gedung yang menjulang tinggi dan kurangnya penanaman pohon hingga mengakibatkan pemanasan global yang tidak bisa dihindari, penataan kota seakan tidak ada hentinya agar kota terlihat bersih dan indah. Di sisi lain, Kampung Wae Rebo menyuguhkan keindahan alam yang berbanding terbalik dengan kondisi di perkotaan. Kampung yang terletak di atas pegunungan, bagaikan negeri di atas awan yang menyuguhkan pesona alam yang tidak ada duanya.

Kampung di Labuan Bajo dengan penduduk yang ramah dan welcome terhadap Wisatawan, baik Wisatawan Lokal, Nasional, maupun Mancanegara. Kampung yang masih asri dan jauh dari sentuhan modern, memperlihatkan suasa kehidupan asli perkampungan adat tradisional. Itulah Kampung Wae Rebo.

Secara administrasi Kampung Wae Rebo termasuk dalam wilayah Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Dari Labuan Bajo, anda kemudian meneruskan perjalanan ke Denge sejauh kurang lebih 2 hingga 3 jam lalu dilanjut ke Wae Rebo di lembah pegunungan dengan berjalan kaki sejauh 4 jam dan melewati sungai kemudian sampai di Wae Rebo Labuan Bajo.

Tips Mengunjungi Kampung Wae Rebo

Sebelum mengunjungi Kampung Wae Rebo, alangkah baiknya Anda mengetahui beberapa tips sebagai bekal bagi Anda untuk dipersiapkan, apa saja tipsnya berikut Kami berikan:

1. Tidak Membawa Banyak Barang

Belum ada jalan raya atau jalur untuk kendaraan motor dan mobil menuju ke Kampung Wae Rebo Sehingga akses satu-satunya adalah jalan kaki sejauh 4 jam perjalanan. Bagi Wisatawan yang terbiasa mendaki mungkin membawa barang dengan jumlah banyak bukan menjadi sebuah permasalahan.

Tetapi bagi Wisatawan yang tidak pernah mendaki lebih baik membawa barang tidak terlalu banyak atau seperlunya saja agar tidak terlalu terbebani selama perjalan, apalagi jalan hanya setapak dan agak licin. Jika Anda tidak ingin capek karena mendaki dengan banyak barang bawaan, Anda bisa menyewa jasa porter sebesar Rp. 300.000 untuk membawa barang Anda pulang dan pergi.

Desa Wae Rebo, sumber ig carnaby.indonesia
Desa Wae Rebo, sumber ig @carnaby.indonesia

2. Membawa Jas Hujan

Saat musim kemarau mungkin tidak perlu membawa jas hujan biar tidak terlalu membebani barang bawaan, tetapi saat musim hujan seperti saat ini, alangkah baiknya membawa jas hujan. Agar selama perjalanan Anda lebih aman dan tidak harus berbasah-basahan dengan hujan.

3. Membawa Senter dan Baterai Cadangan

Selama perjalanan mungkin senter dan baterai cadangan tidak terlalu penting, apalagi bagi Anda yang mulai pendakian saat pagi hari atau ketika matahari terbit. Membawa senter dan baterai cadangan, jika sewaktu-waktu kabut menyelimuti pegunungan sehingga menyulitkan Anda melihat rute menuju Kampung Wae Rebo. Senter juga berguna ketika malam hari sesampai di Kampung Wae Rebo terutama saat Pukul 22.00 karena pada pukul tersebut listrik dipadamkan untuk penghematan.

4. Memakai Alas Kaki

Memakai sepatu sebagai pengaman kaki sangat diperlukan untuk mengamankan kaki Anda agar terhindar dari segala resiko yang membahayakan. Berbeda dengan Anda yang tidak suka memakai sepatu, tidak mengapa memakai sandal tetapi diutamakan sandal gunung biar tidak lepas selama perjalanan.

5. Membawa Cemilan dan Minuman

Barang yang tidak boleh Anda lupa yakni membawa cemilan dan minuman karena di Kampung Wae Rebo tidak ada cemilan. Bagi Anda yang suka cemilan jangan lupa membawanya, jika bisa bawa dalam jumlah banyak dapat dibagikan ke Penduduk sekitar yang tinggal terutama anak-anak. Persediaan air bersih juga tidak terlalu banyak sehingga bawalah minuman secukupnya untuk diri dan kerabat Anda.

6. Datang Lebih Awal

Tidak hanya mendaki gunung dengan ketinggian lebih dari 3.000 meter dari permukaan laut harus datang lebih awal tetapi menuju ke Kampung Wae Rebo juga perlu datang lebih awal atau pagi hari. Untuk mendaki ke Kampung Wae Rebo dengan ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut Anda perlu datang pagi hari biar tidak ketinggalan rombongan Wisatawan yang mendaki. Biasanya satu hari sebelum keberangkatan Wisatawan akan disuruh istirahat terlebih dahulu agar ada tenaga untuk mendaki ke Kampung Wae Rebo dan biar Wisatawan tidak ketinggalan rombongan pendakian yang lain terutama Wisatawan yang datang sendiri atau hanya berdua.

7. Datang dengan Rombongan

Mengunjungi desa wisata ini enaknya datang dengan rombongan biar Anda tidak sepi atau canggung dengan Penduduk asli tempat ini. Walaupun Penduduk Kampung Wae Rebo welcome terhadap Wisatawan tetapi alangkah baiknya Anda datang dengan rombongan agar selama perjalanan dari Labuan Bajo sampai menuju Kampung Wae Rebo, Anda tidak kesepian dan ada yang cepat membantu Anda ketika meminta bantuan.

Desa Wae Rebo, sumber ig campatour
Desa Wae Rebo, sumber ig @campatour

8. Membawa Uang Tunai

Jangan lupa uang tunai harus dibawa karena di Kampung ini jauh dari ATM sehingga jika Anda tidak ada uang tunai maka bersiaplah untuk meminjam uang tunai ke teman Anda. Perlunya membawa uang tunai ke tempat ini untuk membeli oleh – oleh khas Kampung Wae Rebo serta dan membayar tempat penginapan sebesar Rp. 350.000 per orang. Harga tersebut sudah termasuk makan malam dan sarapan pagi dengan suguhan awal kopi atau teh hangat dan dilanjutkan dengan makan nasi, ayam, dan sayur kemudian sebagai pencuci mulut disuguhkan dengan buah pisang.

Sebelum memasuki perkampungan, tamu harus singgah di pos terakhir. Di sana, perwakilan rombongan diminta membunyikan kentongan sebagai tanda tamu tiba. Dari pos tersebut terlihat jelas tujuh rumah adat berbentuk kerucut. Sebelum beraktivitas di kampung, perwakilan pengunjung harus mengikuti upacara Wae lu’u terlebih dulu.

Upacara sekitar lima menit tersebut digelar di rumah utama yang dinamakan Niang Gendang. Rumah adat yang paling besar itu merupakan tempat tinggal ketua adat. Maksud upacara itu untuk memohon ijin dan penghormatan kepada para leluhur Wae Rebo. Dari tujuh rumah adat, hanya dua rumah yang disediakan untuk menginap para tamu.

Itu dia beberapa tips untuk mengunjungi Kampung Wae Rebo. Semoga bisa menambah referensi Anda saat berkesempatan untuk mengunjungi lokasi ini. Simak berbagai ulasan menarik lainnya terkait wisata di Labuan Bajo bersama kami labuanbajotour.com.