Berlibur ke Nusa Tenggara Timur merupakan impian semua orang hingga mampu menarik perhatian turis mancanegara karena pesona alam dan sejuta keanekaragaman hayati yang ditawarkan salah satu propinsi paling eksotis di Indonesia Timur ini mulai dari Manta Point dimana anda dapat berinteraksi dengan ikan pari Manta hingga gunung Mbeliling dan hutan lindung di sekitarnya yang tidak boleh dilewatkan.

Tidak lupa, Manggarai Barat juga merupakan wilayah yang menyuguhkan deretan wisata eksotis salah satunya yaitu Goa Batu Cermin yang terletak di Flores tepatnya di Labuan Bajo. Goa berbentuk terowongan ini memlilki tinggi kurang lebih 75 m dengan luas 19 ha yang pertama kali ditemukan oleh arkeolog dan pastur Belanda, Theodore Verhoven tahun 1951.

Rute Menuju Lokasi

Untuk sampai di danau vulkanik terbesar ini, pengunjung akan menemui sejumlah jalur terjal. Lokasi detail wisata ini terletak di Kabupaten Manggarai tepatnya di kawasan hutan lindung Mbeliling di Labuan Bajo. Apabila anda berangkat menggunakan pesawat, dapat turun di bandara terdekat atau disarankan turun di Denpasar (sekaligus mampir ke Pantai Sanur dan Kuta).

Dari Bali baru kemudian naik kapal Feri jarak jauh selama kurang lebih 4 sampai 5 jam ke Nusa Tenggara Timur. Sesampai di sana, naik bis umum menuju Labuan Bajo setelah itu menaiki kendaraan roda dua atau empat menuju Goa Batu Cermin dengan pemandu yang mendampingi.

Harga Tiket Masuk

Untuk menuju kawasan Goa Batu Cermin anda mungkin hanya akan dikenai tariff tidak lebih dari Rp 20.000,. Namun, setidaknya diperlukan minimal Rp 1.5 juta apabila ingin berlibur ke Labuan Bajo untuk biaya guide lokal dan transportasi.

Fasilitas dan Obyek Wisata

1. Stalagmit dan stalagtit

Goa yang terbentuk secara alami dan terkikis oleh hujan selama jutaan tahun ini membentuk suatu pahatan berkarya dan alami yang menggantung di atas dari menonjol di bawah serta dari dinding yaitu stalagmite dan stalagtit. Adanya sinar matahari yang menyoroti bagian dalam goa membuat hasil bentukan alami tersebut semakin eksotis dan menarik.

2. Fosil jaman purba

Dalam teorinya, Verhoven mengemukakan dan menyimpulkan bahwa pulau Flores awalnya terletak di dasar laut dan hal inilah menjawab mengapa banyak ditemukan fosil hewan dan tumbuhan laut mulai dari batu karang hingga kura-kura yang menempel pada stalagtit. Dari penemuan tersebut, tentu pengunjung tidak hanya akan disuguhkan penampakan stalagmit dan stalagnit yang menghiasi gua dan udara sejuk di dalamnya namun juga akan melihat berbagai penampakan peninggalan purba yang patut dijaga.

3. Caving sport

Goa Batu Cermin, sumber ig achmadsholeh

Goa Batu Cermin, sumber ig @achmadsholeh

Bentuknya yang menyerupai terowongan serta banyaknya stalagmite dan stalagtit yang menghiasi goa tentunya menjadi tantangan bagi para pecinta olahraga caving atau telusur goa dengan menggunakan peralatan seperti tali tambang, pengait, helm, lampu senter, sepatu bot dan lain-lain untuk berjaga-jaga apabila air bah mengguyur goa dengan panjang yang cukup ekstrim ini.

4. Kandungan air garam yang tinggi

Dikarenakan sumber air alami yang berasal dari air hujan yang terbawa dari sebagian besar laut flores, komposisi di dalam goa ini menjadi asin alami sehingga tidak layak minum bahkan akan membuat kulit menjadi kering apabila tidak menggunakan alas yang tepat. Celah yang sempit akan menghambat cahaya yang masuk sehingga proses evaporasi air asin akan sulit.

Berkelana mengunjungi wisata alam di Nusa Tenggara Timur merupakan kesempatan emas untuk mengenal lebih dekat dengan keanekaragaman suku budaya dan alam Indonesia. Demikian informasi mengenai Goa Batu Cermin. Semoga bermanfaat dan selamat berwisata!