Mengunjungi Taman Nasional Komodo di Flores, rasanya tidak lengkap jika tidak pergi ke Gili Laba. Tempat yang memiliki nama lain Gili Lawa Darat ini adalah satu titik dari sekian banyak titik untuk melihat pemandangan yang indah. Gili memiliki arti pulau yang mini, namun untuk mencapai titik yang menakjubkan, anda harus mendakinya. Tapi tenang, mendakinya tidak akan membuat lelah.

Warna dataran berubah-ubah

Jika anda mengunjungi gili ada saat musim kemarau, maka kemungkinan besar anda akan melihatnya mirip seperti gurun pasir berwarna coklat. Namun, hamparan coklat tersebut bukanlah pasir, melainkan sabana yang mengering. Tinggi sabana hanya sekitar 20 cm saja.

Berbeda saat wilayah Taman Nasional Komodo ini sedang mengalami musim penghujan. Sabana kering tersebut akan berubah menjadi sabana hijau. Anda bisa memilih waktu sesuai keinginan untuk berkunjung ke tempat ini. Namun, tentu saja jika trekking dilakukan musim penghujan, perjalanan anda akan sedikit terhambat, bukan?

Tempat menanti matahari terbit yang indah

Untuk menanti matahari terbit, Gili Lawa Darat memang tidak spektakuler gili yang lainnya, namun bukan berarti suguhan matahari terbit yang merah keemasan tidaklah indah. Anda bisa menikmati pemandangan tersebut dengan menaiki puncak gili sebelum fajar. Beberapa tour menyediakan agenda ini dan anda harus bersiap untuk pergi saat suasana masih gelap.

Trekking gili akan dilakukan sekitar pukul 4 pagi karena suasana gelap akan sedikit menjadi hambatan anda ketika naik ke puncak gili. Gunakan senter atau lampu pada ponsel untuk membantu melangkah dalam kegelapan. Ketika tiba di atas, anda bisa duduk bersantai dan menunggu matahari yang terbit di ufuk Timur.

Gili laba, sumber ig pikniknusantara

Gili laba, sumber ig @pikniknusantara

Tempat trekking sederhana dan indah

Trekking menjadi aktivitas utama ketika berkunjung ke Gili Lawa Darat karena datarannya berupa perbukitan sabana. Tidak banyak suasana yang dilihat jika tidak melakukan trekking karena suasana dan pemandangan indah hanya didapatkan ketika berada di puncak gili. Tetapi, trekking tidak begitu melelahkan jika anda merupakan seorang pendaki yang handal.

Klik wisata Labuan Bajo

Patut diingat bahwa untuk menaiki bukti gili lawa darat, anda membutuhkan perbekalan bagi yang mudah lelah dan alas kaki yang memudahkan anda untuk naik. Meski hamparan gili berupa rumput, namun rerumputan lumayan licin dan elevasinya cukup terjal bagi pemula. Gunakan alas kaki yang biasa digunakan untuk trekking atau sandal gunung sehingga tenaga anda tidak terkuras habis.

Tempat istirahat kapal-kapal

Di bagian pesisir gili Laba, para pemilik kapal yang mengangkut turis biasanya menyandarkan kapalnya di tempat ini. Hal tersebut disebabkan pesisir gili memiliki gelombang yang tenang sehingga saat malam menjadi tempat yang tepat untuk bersandar. Beberapa kapal yang biasanya digunakan untuk menyelam juga menjangkarkan kapalnya di sini.

Tempat terbaik untuk melihat matahari terbenam

Gili yang stau ini dinobatkan sebagai tempat untuk matahari terbenam yang indah. Sebelum itu, tentunya pengunjung harus mendaki gili pada sekitar pukul 3 sore. Setelah ddilaukan pendakian yang hanya memakan waktu tidak lebih dari setengah sjam saja, pengunjung akan tiba di puncak gili dan bisa melihat pemandangan di sekelilingnya.

Sambil menunggu matahari terbenam yang dimulai sekitar pukul 5 hingga 6 sore, wisatawan dapat memanfaatkan kesempatan untuk berfoto dari berbagai sudut. Air laut yang biru dan juga angle dari ketinggian membuat foto terlihat unik arena keindahannya. Bagi para pecinta fotografi, tempat ini seperti surga. Selain berfoto, anda juga bisa menikmati minuman sambil duduk-duduk di sabana.

Demikian ulasan mengenai hal-hal menarik yang dapat ditemui ketika berwisata di Gili Laba. Semoga bisa menambah referensi berwisata bagi anda. Simak ulasan lainnya mengenai Pulai Pink Labuan Bajo. Selamat berwisata!

WhatsApp chat