Keunikan kearifan lokal masyarakat desa Liang Ndara di Manggarai Barat yang menjadi daya tarik wisatawan lokal dan asing tuk mengisi liburan di Flores.

Pesona alam Flores selalu menyajikan sisi keunikan dan keindahan yang dapat memperkaya pengetahuan tentang arti dan nilai kearifan lokalnya. Salah satunya Anda bisa mendatangi Desa Wisata Liang Ndara yang berada di Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Kabarnya, Desa Liang Ndara merupakan satu dari 6 desa yang menjadi program pemerintah untuk dijadikan desa ekowisata dan juga merupakan merupakan desa binaan dari Indonesia Ecotourism Network.

Penduduk desa di sini sangat terlihat profesional dalam melayani setiap tamu yang hadir, baik domestik maupun asing. Mereka mempertunjukkan budaya dan tarian Flores yang sering disebut dengan tarian caci. Konon informasinya, dulu di Manggarai ada tradisi uji keberanian dan ketangkasan bertarung untuk para lelaki.

Desa Liang Ndara, Sumber : padarnews.com

Kaum lelaki di tempat ini memiliki peran penting untuk menjaga tanah mereka dari tangan orang lain untuk mencegah jangan sampai ada yang datang dan merebut tanah mereka. Jika ada yang mengganggu tanah milik mereka, bertarung menjadi harga mati bagi mereka untuk mempertahankannya.

Seiring waktu berjalan Caci menjadi sebuah ekspresi budaya Manggarai. Dimana setiap gerakan-gerakannya menjadi tarian heroik yang indah. Bagi Anda yang berkesempatan melihat tarian tradisonal Caci ini, kami sarankan jangan hanya melihat dari sisi kerasnya yang dipertontonkan. Namun harus diselami lebih dalam makna dari tarian tersebut.

Pesona Desa Wisata Liang Ndara

Liang Ndara terletak di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, sekitar 20 km atau 45 menit perjalanan dari Labuan Bajo. Desa ini terletak berdekatan dengan hutan Mbeliling yang merupakan habitat bagi empat jenis burung endemik Flores.

Di hutan ini terdapat beberapa mata air yang menjadi sumber air bersih bagi masyarakat di Labuan Bajo. Desa Wisata Liang Ndara memiliki sejumlah daya tarik wisata yang dapat dinikmati atau dikunjungi. Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Tari Caci

Ilustrasi Tari Caci, Sumber : pegipegi.com

Daya tarik utama Desa Liang Ndara adalah Caci. Bahkan, sebagian besar wisatawan mengunjungi Liang Ndara untuk menyaksikan pertunjukan Caci. Tarian tradisional ini hanya dapat ditemukan di Desa Liang Ndara.

Meskipun demikian, ada sejumlah tarian lain yang dapat dinikmati wisatawan saat berkunjung ke Liang Ndara, antara lain: tektek alu (tari bambu), sanda (tari pergaulan), dan pacek mawo (tari tanam padi).

2. Kerajinan Tangan dan Tenun

Kerajinan tangan dan tenun di Liang Ndara dikerjakan oleh para perempuan. Wisatawan dapat menyaksikan pembuatan kerajinan tangan maupun tenun sekaligus membeli hasil karya mereka seperti topi tradisional yang dibuat dari daun pandan maupun kain tenun Flores yang kaya warna.

3. Pembuatan Gula Merah

Meskipun gula pasir bukan merupakan barang langka di Flores, masyarakat di Liang Ndara menggunakan gula merah untuk keperluan sehari-hari mereka. Mereka mengolah sendiri gula tersebut dari nira lontar yang tumbuh di desa.

Saat berkunjung ke Liang Ndara, jangan lupa menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat pengolahan gula merah ini dan mencicipi nikmatnya gula merah segar hasil olahan penduduk.

4. Penyulingan Sopi

Saat acara penyambutan oleh warga, para wisatawan biasanya akan ditawari sopi—semacam arak dari nira lontar. Anda tidak harus meminumnya, tetapi Anda dapat mengunjungi tempat penyulingan sopi di Liang Ndara untuk tahu lebih banyak tentang minuman tradisional ini.

Baca Juga : Kampung Melo Labuan Bajo

5. Pengolahan Kopi dan Kemiri

Sembari menikmati suasana Liang Ndara yang tenang, sempatkanlah berkunjung ke tempat pengolahan kopi lokal dan nikmati citarasa kopi Manggarai yang kuat. Kopi Manggarai di Liang Ndara diolah menggunakan peralatan tradisional sehingga menciptakan aroma dan citarasa yang unik. Selain pengolahan kopi, Anda juga dapat berkunjung ke pengolahan kemiri—komoditas utama desa ini.

6. Air Terjun

Di sekitar Liang Ndara terdapat tiga air terjun yang dapat diakses dengan berjalan kaki yaitu: Liang Kantor, Wae Satar dan Wae Rewus.

7. Burung Endemik

Bagi penggemar birdwatching, Liang Ndara merupakan tempat yang tepat untuk melakukan pengamatan. Hutan di desa ini menjadi habitat bagi empat jenis burung endemik Flores yaitu: gagak flores, serindit flores, celepuk flores, dan kehicap flores

8. Gunung Mbeliling

Gunung Mbeliling Labuan Bajo
Gunung Mbeliling Labuan Bajo, Sumber : jalanwisata.id

Bagi pencinta alam, Gunung Mbeliling adalah daya tarik lain Liang Ndara. Puncak gunung setinggi 1.312 meter di atas permukaan laut ini dapat dicapai dengan empat jam pendakian dari Kampung Cecer di Desa Liang Ndara.

Wisatawan dapat berkemah di dekat puncak Mbeliling dan menikmati indahnya matahari terbenam di bentang alam Mbeliling. Para pendaki juga dapat mengamati beragam jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh para penduduk desa maupun keempat jenis burung endemik Flores selama perjalanan.

9. Persawahan

Di Liang Ndara, para petani masih mengerjakan sawah secara tradisional. Sambil menikmati pemandangan persawahan di Liang Ndara, Anda juga dapat mengamati para petani yang sedang membajak sawah dengan menggunakan kerbau.

Demikianlah ulasan mengenai pesona desa wisata Liang Ndara yang berada di Labuan Bajo. Bagi Anda yang akan bertandang ke lokasi dari luar pulau Flores bisa menggunakan jalur udara lalu di lanjutkan menggunakan kendaraan mobil menuju ke lokasi. Untuk memudahkan perjalanan wisata di Labuan Bajo, Anda bisa mengambil paket wisata yang ada di labuanbajotour.com. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.