Desa Cancar Labuan Bajo adalah salah satu daya tarik Labuan Bajo selain pantainya. Labuan Bajo memang terkenal dengan wisata baharinya, namun ternyata daya tarik wisata Labuan Bajo tidak hanya itu saja. Terdapat Pulau Komodo, beberapa air terjun dan kampung yang juga sangat memiliki daya tarik wisata.

Menjelajahi obyek wisata di Labuan Bajo maka tak henti – hentinya mata melihat pemandangan yang indah dan mengagumkan. Di sana tidak hanya terkenal dengan destinasi Pulau Komodo-nya saja. Tetapi di desanya juga terdapat keunikan tersendiri, salah satunya adalah destinasi wisata Desa Cancar. Untuk informasi lebih lengkapnya Anda dapat melanjutkan membaca ulasan artikel di bawah ini.

Desa Cancar adalah salah satu yang desa yang disarankan untuk dikunjungi. Di sini terdapat pemandangan yang unik yang bisa jadi tidak akan pernah ditemukan di tempat lainnya. Berikut beberapa informasi yang berhasil dirangkum oleh tim Labuan Bajo Tour.

Desa Cancar Labuan Bajo

Desa Cancar adalah salah satu diantara desa lainnya yang memiliki ciri khas di Labuan Bajo. Jika di Desa Wae Rebo terdapat perkampungan dengan bentuk bangunan rumah tradisional suku setempat yang unik, Desa Cancar juga menampilkan keunikan tersendiri. Berikut ini beberapa informasinya.

1. Lokasi Desa Cancar

Desa Cancar ini terdapat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya berada di kecamatan Ruteng Manggarai, Cancar. Dalam akses perjalanannya dari Labuan Bajo berjarak sekitar 100 kilometer dan dapat ditempuh menggunakan bis , dengan budget sekitar 80 ribu rupiah. Atau jika melalui Ruteng hanya berjarak sekitar 20 kilometer dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan umum.

2. Sawah Berbentuk Jaring Laba – Laba

Sebagian masyarakatnya bekerja sebagai petani tetapi bukan hanya pertanian biasa saja, bentuknya memiliki keunikan tersendiri. Tidak seperti sawah pada umumnya yang berundak, di sana bentuk sawah seperti jaring pada laba – laba atau pada masyarakat Cancar disebut lodok. Keunikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan asing maupun domestik untuk melihatnya.

Desa Cancar Labuan Bajo, sumber ig dian068
Desa Cancar Labuan Bajo, sumber ig @dian068

Dalam sistem pembagiannya pun terdapat sistemnya sendiri, yakni dengan sistem lingko. Lingko merupakan sistem pembagian dalam pengelolaan sawah yang dilakukan oleh ketua adat kepada masyarakatnya. Tanah persawahan tersebut merupakan tanah adat yang dimiliki secara komunal untuk memenuhi kebutuhan bersama.

3. Filosofi Lodok

Dalam sistem pembagian lahan sawah yang dilakukan secara terpusat, diukur dari titik nol terdapat di tengah – tengah lahan ulayat, yakni lahan yang akan dibagikan. Pola dengan menarik garis panjang dari titik tengah hingga ke bidang terluar atau cicing disebut lodok dalam bahasa Manggarai. Filosofinya adalah seperti jaring pada laba – laba, yaitu pada pusatnya kecil dan semakin lama menjadi melebar .

Pada awal pembagiannya dilakukan terlebih dahulu upacara adat yang disebut Tenteatau. Upacara adat ini dipimpin oleh ketua adat atau Tu’a Teno dan menancapkan kayu teno pada titik episentrum lodok. Kemudian darah kambing juga ditumpahkan sebagai tanda bahwa pembagian tanah tersebut telah sah. Sawah berbentuk lodok merupakan sawah satu – satunya di dunia yang berbentuk seperti jaring laba – laba. Dan para penduduknya sangat menjaga warisan budaya leluhurnya itu. Sehingga eksistensinya sampai saat ini masih bertahan.

4. Rumusmoso

Pembagian tanah ulayat mengikuti rumusmoso atau jari tangan dan disesuaikan dengan jumlah para penerima warisan tanah dan keturunannya. Pada rumusmoso, tanah dibagi dan diprioritaskan pada petinggi kampung serta keluarganya, kemudian warga biasa dari warga suku lalu diikuti oleh warga lain di luar suku. Namun pada warga luar jika ingin mendapat tanah tersebut maka bawalah ayam jantan satu ekor dan arak atau Kapu Manuk Lele Tuak. Lantas disahkan dalam sidang dewan kampung yang dipimpin oleh Tu’a Golo dan disahkan oleh Tu’a Teno.

Demikian beberapa informasi menarik terkai Desa Cancar Labuan Bajo. Semoga informasi ini bisa menambah referensi wisata Anda di Pulau ini. Simak ulasan lainnya terkait pelabuhan Labuan Bajo di halaman ini.